“Hagia Sophia” hari pertamaku di Istanbul, Turki

Dec 16, 2010 by

Aku sama sekali buta tentang negara Turki. Ketika aku dapat tugas kantor, perasaanku biasa saja, padahal kata  temanku yang pernah kesana  negri itu sangat Indah, apalagi di kota Istanbulnya.

Tapi seperti pepatah “tak kenal maka tak sayang” akupun demikian, aku tak terlalu antusias pergi ke kota ini, yaa perasaanku sama aja ketika aku dapat tugas ke Malaysia, bahkan yang aku ingat kalo persasaanku senang ketika aku harus pergi ke Lombok.

Aku tiba di Kota Istanbul sekitar jam 06.00 pagi waktu setempat, udara di kota ini  sangat dingin, katanya sih sekarang   lagi musim semi tapi suhu udara di pagi ini sekitar 5 derajat celsius, lumayan membuat aku mengigil maklum ini pertama kalinya aku mersakan suhu udara sedingin ini dan pertama kalinya juga aku naik mobil yang ada penghangatnya heheheehee

Karena masih pagi akhirnya aku dan tiga orang temanku memutuskan untuk istirahat dulu sebentar di hotel sekalian sarapan pagi. Ketika kami memasuki ruangan makan aku sudah penasaran dengan menu yang ada, ternyata yang aku dapati  nggak jauh-jauh dari  keju dan roti persis apa yang sudah ku bayangkan, andai saja  ada bubur ayam atau soto, pasti enakkk banget buat sarapan di pagi  yang dingin ini.

Setelah sarapan roti dan  secangkir teh yang rasanya pahit banget, kamipun menuju Hagia Sophia atau Aya Sofya biasanya orang Turki menyebutnya.

Dari dalam mobil aku sudah nggak sabar ingin segera turun dan menghampiri bangunan ini, dari jauh sudah terlihat bangunan sangat besar dengan kubah diatasnya seperti masjid, warna dinding bangunanya merah bata, bagiku bangunan ini sangat indah dan esotik.

Aya Sofya ini didirikan pada tahun 537 oleh bangsa Romawi, dan ini merupakan bangunan paling besar dan paling suci pada era Byzantium di Turki. Bangunan ini  berfungsi sebagai gereja selama 916 tahun. dan  setelah  Istanbul ditaklukkan oleh Sultan Mehmet, maka Aya Sofya ini berubah fungsinya menjadi  masjid pada tahun 1453.

Pada saat  di jadikan masjid bangunan ini di tambah 4 menara di sekelilingnya, akan tetapi pembuatan menara ini tidak di lakukan pada waktu bersamaan, Menara sebelah selatan didirikan oleh Sultan Mehmed II dari bahan batu merah, sedangkan pada sisi utara di bnagun oleh Sultan Bayezid II dari bahan marmer putih,dan dua menara lagi di bangun dengan marmer putih oleh Sultan Selim II,  pada masa Murad III.

Sebelum masuk ke dalam ruangan bangunan ini, kita harus melewati lorong yang lumayan panjang, dan kita bisa menikmati mosaik di dinding-dindingnya, sangat Indah.

Dan yang unik lagi kita juga masih bisa  melihat  lukisan  Bunda Maria dan Yesus Kristus  ( mosaik ) yang menghiasi dinding bangunan ini, padahal bangunan ini pernah jadi Masjid.

Mosaik-mosaik yang menghisai dindin ini ternyata  hanya sebagian yang di temukan dari puing-puing gereja pada masa era Byzantium, dan ada sebagian mosaik yang di hancurkan serta di tutup dengan plesteran pada saat gereja ini di rubah menjadi masjid, hal ini di karenakan aturan dalam islam yang melarang adanya penggambaran karakter dalam bentuk apapun.

Aya Sofia memiliki kubah yang sangat besar, diameternya 31 meter, kubah ini di topang oleh pendentives, yang memungkinkan kubah bulat berubah menjadi persegi pada bagian bawahnya sehingga dapat mempertahankan beban terpusat dari kubah dan menyalurkanya ke bawah secara merata pada sekelilingnya.

Sealain itu hal yang sangat menarik dari struktur kubah ini yaitu ada 40 jendela di sekeliling dasar kubah, sehingga cahaya bisa masuk dengan indahnya.

Ketika saya berada di tengah ruangan saya terkagum-kagum menilihat pilar-pilar yang masih berdiri kokoh, kubah yang sangat besar, dan indahnya cahaya yang masuk dari celah-celah jendela.

Satu lagi yang membuat saya tertarik melihat kaligrafi  ALLAH dan Muhammad,yang di tulis besar dan di di tengahnya terdapat sisa-sisa  mosaik  Bunda Maria sedang memangku Yesus. sungguh pemandangan yang luar biasa. dan beruntung  rasanya bisa menikmati sisa -sisa peningalan kebudayaan Romawi dan bukti kejayaan Islam di masa silam.

Setelah puas keliling di lantai satu, saya berjalan menuju lantai 2 untuk melihat bagian gedung lainnya.

Aya Sofya berfungsi sebagai Masjid selama 481 tahun , dan pada tahun 1934  pada saat pemerintahan  Mustafa Kemal Ataturk , Aya Sofya ini di jadikan  museum  hingga saat ini.

  • Afifah_noor

    so beutiful i like it